Halo! Selamat datang di asbak saya :)

Minggu, 25 November 2012

Perayaan Kengerian



Kata siapa kita hanya merayakan hal-hal yang indah? Pagi ini, setelah seminggu tidak sadar, terlihat begitu indah. Bukan karena saya sadar, tetapi karena pagi ini memang cerah dan indah. Matahari dan hangat sinarnya yang pas. Tetapi, seperti semua hal di dunia, segala sesuatu yang cerah dan indah akan menguap. Untuk itu, sebelum matahari semakin tinggi dan panasnya menertawakan kita. Aku memutar “Mack the Knife” yang dibawakan oleh “Louis Armstrong.” Lagu bernada luar biasa ceria ini menceritakan tentang seseorang yang mengerikan, Mack the Knife atau Macheath. Lagunya dimulai seperti ini:

Oh, the shark has pretty teeth, dear
And he shows them, pearly white
Just a jackknife has MacHeath, dear
And he keeps it out of sight

Macheath digambarkan sebagai sosok yang mengerikan, seperti ikan hiu, dan, juga sama seperti ikan hiu, Macheath adalah makhluk yang indah. Sama seperti pagi ini, membuaimu dengan keindahannya untuk kemudian membawamu kepada siang hari. 

When the shark bites with his teeth, dear
Scarlet billows start to spread
Fancy gloves though wears MacHeath, dear
So there’s not a trace, mmm of red

Ya dan dia tidak akan pernah meninggalkan jejaknya. Ah mungkin ia akan meninggalkan kenangan. Kenangan akan kematian. Sarung tangan yang ia gunakan tetap indah, dan tentunya, menjaga tangannya tetap bersih. 

From a tugboat, by the river
A cement bag's drooppin' down
Yeah, the cement's just for the weight, dear
Bet you Mack, he's back in town
Looky here Louie Miller, disappeared, dear
After drawing out his cash
And MacHeath spends like a sailor
Did our boy do somethin' rash?

Beberapa benda yang dijatuhkan ke dalam sungai. Bebereapa sak semen dan Louie Miller. Kalau ada orang yang hilang, berarti ada seseorang yang kembali. Kaukah itu, Mack? Dua daun gugur dan tertiup angin. Mengapa engkau terburu-buru, Macheath? A dashing guy like you will always do everything in style. 

Sukey Tawdry, Jenny Diver
Lotte Lenya, Sweet Lucy Brown
Oh, the line forms on the right, dears
Now that Mack, he's back in town

Korban-korbanmu hanya rentetan nama, bukan?

Take it, Satch

Dan permainan trompet Louis Armstrong menggila. Belum pernah aku dengar orang lain memainkan trompet seggila dia. Satchmo atau Satch adalah nama panggilan Armstrong. Kalimat terakhir itu terdengar seperti “Sikat, Satch!” di telingaku dan Armstrong melakukannya dengan sangat baik. 

Matahari mulai panas. Perayaan hampir usai. Berada di puncak piramida rantai makanan seperti itu, apa kau kesepian, Macheath?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar