Halo! Selamat datang di asbak saya :)

Rabu, 26 Desember 2012

Masa Kecilku

Yang kuingat dari masa kecilku adalah aku anak kecil yang periang dan bahagia. Tidak berpikir banyak, senang berlari dan bermain. Polisi maling, petak umpet, tak jongkok, tak patung, tak tak apapun itu lah.

Sampai suatu ketika aku sudah bukan anak kecil lagi, teman SD-ku datang ke rumah, seorang calo mobil yang membosankan. Karena tujuan dia datang ke rumah adalah untuk menjual mobil ayahku, dia merasa perlu untuk berbasa basi. Dia bercerita tentang yang ia ingat tentang aku ketika masih SD. Dia bilang aku seorang anak yang pendiam. Karena itu ia dan beberapa teman mencoba untuk berkawan denganku. Aku tidak ingat pernah betul-betul menjadi temannya dulu. Tetapi ketika dipikir-pikir lagi, aku memang tidak pernah betul-betul punya teman saat itu.

Teringat mantan kekasihku yang melihat-lihat album kecilku dan dia berkata, "Dalam foto-foto ini, tidak ada satupun kamu yang tersenyum." Aku perhatikan album foto tersebut, memang tidak ada. Hanya ada satu foto yang cukup ceria. Aku berumur sekitar 3 tahun dengan rambut dikuncir ke atas, kaos dan celana yang bodoh tapi nyaman, dengan mata berbinar-binar sedang melihat-lihat permen sendirian. Tenggelam dalam duniaku sendiri.

Aku jadi mengingat-ingat seperti apa masa kecilku. Aku ingat ketika masih TK kecil, aku menampar pipi anak tetangga yang satu kelas denganku. Saat itu kami di kelas, dia menjepit jari kelingkingku dengan meja dan aku tampar karena itu. Dia langsung menjerit dan menangis keras. Aku diusir dari kelas dan berdiri di depan dengan jari kelingking yang sakit. Setelahnya ibuku marah-marah karena biasanya aku nebeng mobil ibunya anak tersebut untuk bersekolah.

Selain itu aku ingat pernah tersesat di sebuah plaza dekat rumahku dan beberapa perempuan ingin memeluk dan mencubit pipiku. Aku memukul salah satu dari mereka dan berlari menjauh. Pernah juga ketika sudah agak besar, sekitar 5 atau 6 tahun, aku datang ke rumah seorang kerabat. Ada salah satu dari mereka mencoba memegang dan menyayangiku, tetapi aku meneriakinya, "bangsat!" karena aku tidak suka dipegang.

Akhirnya aku juga ingat bagaimana masa kecilku berakhir. Saat itu aku sedang berada di tempat umum. Aku membayangkan diriku berada dalam pesawat luar angkasa dan tembak menembak dengan UFO ketika tiba-tiba aku sadar aku sedang sendirian, dan mata orang-orang tertuju padaku. Beberapa heran, beberapa tertawa. Perang galaksi dalam imajinasi serta masa kecilku berhenti pada saat itu.

Bagiku, masa kecil adalah masa di mana kita tidak peduli akan pendapat orang lain dan tetap bahagia. Sekarang kita hanya bisa berpura-pura untuk tidak peduli.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar