Halo! Selamat datang di asbak saya :)

Senin, 13 Mei 2013

Bakpao

10.30 malam.
Sayup-sayup terdengar suara penjual bakpao lewat di gang rumahku.
Aku mengintip dari balkon.
Pemandangan yang indah.
Penjual bakpao dengan gerobak sepedanya dan lampu menyala di gang rumahku yang sudah gelap.
Jauh lebih indah dari perempuan berwajah plastik yang dibungkus barang bermerek di mall.
Perempuan-perempuan yang berusaha terlalu keras untuk dilihat.
Aku memanggil penjual bakpao yang nyaris magis itu.
Meminta satu bakpao isi kacang hitam.
Ia membuka pengukusnya, dan mengambil bakpao isi kacang hitam yang masih mengepul dan ditaruhnya dalam bungkus kertas warna coklat keabuan.
Aku menyerahkan uang.
Kami saling mengucap terima kasih.
Bapak berwajah ramah itu pergi dengan mengayuh gerobak sepedanya.
Aku kembali ke dalam rumah.
Hariku sudah hampir selesai.
Hari Bapak Bakpao masih panjang.
Sekarang di tanganku ada bakpao putih dengan titik hijau di atasnya.
Bakpao yang hangat.
Indah sekali.
Dan badan yang langsing tidak bisa menggantikan perasaan ini.
Persetan dengan diet.
Aku tidak punya sedikitpun alasan untuk mengeluh malam ini.
Tidak malam ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar